You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi
photo Andry - Beritajakarta.id

Ratusan Nelayan Mengadu ke Jokowi

Sekitar 500 nelayan Kalibaru-Cilincing, Jakarta Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/9).

Kita ke sini mau minta ke Pak Jokowi supaya diizinkan melaut. Karena kita sebelumnya dilarang Sudin Perikanan dan Walikota Jakarta Utara

Dalam aksinya, para nelayan meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, segera mencabut Surat Keputusan (SK) dari Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara yang melarang mereka melaut sejak 1 Juni 2014.

"Kita ke sini mau minta ke Pak Jokowi supaya diizinkan melaut. Karena kita sebelumnya dilarang Sudin Perikanan dan Walikota Jakarta Utara," kata Ali Abdullah (52), salah seorang nelayan.

Nelayan di Jakut Rugi Rp 1 Miliar

Warga Kalibaru Barat 7, Cilincing, Jakarta Utara ini mengatakan, para nelayan di wilayahnya dilarang melaut karena alat tangkap ikan milik mereka dianggap telah merusak lingkungan. "Alasan lainnya karena situasi pemilihan presiden belum selesai. Sementara kita sudah menganggur 3,5 bulan," keluhnya.

Dia mengatakan, pihak Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara sebelumnya juga pernah meminta para nelayan mengganti alat tangkap ikan karena dinilai tidak sesuai standar. "Dari Sudin Perikanan menyuruh alat tangkap kita diubah, tapi giliran diubah, dibilang tidak sesuai. Padahal baru setengah bulan berjalan," terangnya.

Ali juga menyayangkan sikap dari pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara karena tidak jelas memberikan informasi mengenai alat tangkap ikan yang sesuai prosedur. "Harusnya kalau alat tangkap kita nggak sesuai proedur, dikasih tahu mana yang benar," ungkapnya.

Menurut Ali, para nelayan pada umumnya bersedia jika alat tangkap berupa pukat ikan mini mereka diuji coba pihak Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara. "Dari pihak kita kalau memang dianggap merugikan lingkungan hidup, silakan dicek aja," tuturnya.

Ali menerangkan, ratusan nelayan di wilayahnya telah empat kali menggelar unjuk rasa dan meminta perhatian dari Gubernur DKI, Joko Widodo agar ikut membantu menyelesaikan persoalan ini. "Ini sudah yang keempat kali kita demo, tapi nggak ada tanggapan sama sekali. Dari walikota juga belum lakukan mediasi," tukasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye15585 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11316 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6773 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3640 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1713 personFolmer